Aku langsung ambruk ke depan dan tertahan oleh Jenny.“Eliza…”, Jenny mendesah, dan ia membelai rambutku dengan mesra.Nafasku masih tersengal sengal dengan kepalaku yang kurebahkan di pundak Jenny.“Kamu gila Jen…”, gerutuku ketika aku sudah mulai bisa mengatur nafasku. Aku merasa cairan cintaku membanjir tak karuan, entah sudah sebasah liang vaginaku.Pinggangku sudah tertekuk ke atas karena aku tak kuasa menerima nikmatnya orgasme ini, dan dengan pose seperti ini tubuhku pasti terlihat sexy sekali oleh pemerkosaku yang beruntung mendapatkan liang vaginaku ini. Bokep Tobrut Jenny dengan nakal menaikkan celana dalamku dan membelai pahaku. Tapi kalau aku menyerahkan Jenny pada mereka, apakah nanti Jenny akan membenciku?















