Aku heran juga. Bokep china Lalu bertanya perlahan,“Nanda udah tidur ?”
“Udah, tadi saya intip dari pintu kamarnya, beneran udah tidur,” sahutnya. Semua pekerjaan diserahkan terhadap ahlinya, sementara Yadi hanya mengawasi saja lewat internet. “Iya Bunda…” sahut Prima sambil melangkah ke arah pintu, lalu menguncikannya dan kembali menghampiriku. Ada masanya wajib diberi pupuk, supaya tumbuhnya tetap subur. Aku pura-pura menguap. Sebab Kang Eman sangat menyayangiku, bahkan cenderung memanjakanku. Bahkan hingga ke kolong tempat tidurnya kuperiksa. Lalu kutandatangani tanda bukti pengiriman dari perusahaan ekspedisi itu.Prima tetap berdiri di ambang pintu kamarku, lalu kuserahkan kertas itu padanya. Kalau bunda udah ketiduran, bangunin aja ya.”
“Iii…iya Bun,” Prima mengangguk, meski masih tampak bingung.Saat itu hari sudah menjelang malam.




















