Sakit!! Bokep Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Sudah kuputuskan! Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Itu namaku. Erik melihatku dengan penuh nafsu. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Aku tidak pernah bertanya. “Hmmphh..”
Untuk pertama kalinya aku merasakan ada getaran yang aneh pada tubuhku.




















