Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. ah…?”
Chie merasakan kebingunganku. Bokep STW “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku. “Hadiah ulang tahun yang indah…” tawaku. Tapi…”
“Sshhh… mohon jangan menolakku sekarang.”
Chie mengecup bibirku, meraih tombol lampu, membiarkan kegelapan menyelimuti kami berdua. Kunikmati kehangatan liang kemaluannya saat batang kemaluanku menyesakinya, menggerak-gerakkan pinggulku, meresapi segala rasa yang dihadirkannya dalam sanubariku. Jay menolehkan kepalanya ke arah mobil. Jadi kami memutuskan untuk fair-play. “Hei! Sial benar. Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. “Ray, kapan aku bisa mengalahkanmu?” Jay tersenyum pahit. Sepi kok!” Jay tertawa kecil. Chie, sederhana di balik gemerlap kehidupannya. Jay memandang mataku, dan melengos ke arah lain.



















