Setelah dicoba beberapa bulan, akhirnya dia menolak dengan alasan pemasukanku fluktuatif, sementara dia mempunyai penghasilan tetap. Vidio Porno “Kata siapa?” katanya. Nggak lama digigit, langsung segera kutarik tanganku (ganas bener, anjing kalah?), Eh, malah lebih keras lagi suaranya. Dalam hati iya enak di kamu, nggak enak di aku. Aku tertawa mendengarnya. Katanya masuk angin. Kalau nggak mau yah jangan teriak-teriak gitu dong. ngentot mulu yang dipikirin..” katanya dengan suara cukup keras, malu juga aku didenger oleh tetangga. Mungkin dia ada masalah di kantor atau kurang sehat, aku memaklumi, aku keluar kamar dan tidur di ruang tamu. oh.. Bodo ah, biarin tetangga denger, kadang seperti orang kepedesan (sshuah – shuah, padahal nggak ada cabenya), kadang seperti orang merintih kesakitan. Selain itu pekerjaan di rumah monoton, dan buat apa dia




















