Bagaimana tidak, sebelumnya Hera terbilang orang yang jarang mengunjungi klub-klub malam. Sementara sang ibu bekerja sebagai tukang jahit di rumahnya di jalan Sultan Alauddin. Bokepchina Awalnya, ia mengaku risih menjalani profesinya itu. “Sampai sekarang gue masih inget wajah penipu berbau ‘naga’ itu,” katanya lagi dengan wajah geram.Pahit manisnya bekerja di dunia gemerlap (dugem) sudah pernah ia rasakan. Tak ada yang bisa ia banggakan, kecuali kemampuannya menghidupi Ibu dan kedua adiknya di kampung halaman. Ia mengisahkan, pernah suatu kali ia pulang tanpa mobil antar-jemput milik perusahaan yang biasa di pakai mengantar para karyawan pulang ke tempat tinggal masing-masing.“Kebetulan malam itu mobil perusahaan lagi masuk bengkel.














