Sempit, hangat. Bokep Colmek Namun yang kutemukan bukanlah pancaran liar dan haus yang biasa kurasakan saat-saat kami masih bersama. Nyaris saja kopi susu itu keluar dari mulutku dan membasahi foto copy makalah di atas meja. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. Bibirnya sedikit terbuka. Seandainya aku…Surabaya, awal Juni 1999Persiapan ujian benar-benar membuat kami sibuk. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya. Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis mendengar sindiran itu. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay!




















