Mengapa? Bokep Nikmat sekali. Tp aku tetap diam. Kubuka mataku pelan-pelan.“A-apa?” tanyaku berdebar-debar.“Mas Tono pegal-pegal nih, kamu pijitin sebentar yah!” pintanya.“Kamu nggak kepanasan? terus ‘Jon!” ucapnya lembut.Kemudian ia memintaku berhenti dan melepaskan celana dan CD-ku. Aku bekerja menjadi salah seorang penjaga meja, sekaligus merangkap pramusaji di club tersebut, kadang kadang aku merasa sangat lelah dan letih, apalagi jika aku harus terpaksa pulang larut malam dari tempat kerja. Kamu duduk di punggung Mas Tono aja biar gampang.” ucapnya. Tp kemudian aku teringat akan kejadian yg baru saja kulihat. Dan selanjutnya semua berjalan sesuai instruksi.“Sambil dijilat Jon biar licin!”“Ah..”“Disedot juga dong!”“Nah.. Tp janji.. Bola mataku bergerak ke arah kanan dan kulihat samar Mas Tono berdiri di samping ranjang sedang membuka helai demi helai pakaiannya.




















